BIMBINGAN TEKNIS Pemahaman Tentang Infrastruktur Gedung dan Bangunan Serta Pengawasannya
Dibuat Oleh : Mitha | 26 Mei 2026
Jakarta — Dalam upaya meningkatkan pemahaman serta kapasitas aparatur dan para pemangku kepentingan di bidang konstruksi dan pengawasan infrastruktur, Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) sukses menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemahaman Tentang Infrastruktur Gedung dan Bangunan Serta Pengawasannya pada tanggal 12–13 Mei 2026 bertempat di Hotel The Tavia Heritage Jakarta.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan para fasilitator berpengalaman dan kompeten di bidang pengadaan, konstruksi, pengawasan bangunan, hingga penyusunan RAB dan HPS. Bimtek ini diikuti oleh peserta dari berbagai instansi pemerintah, lembaga, dan unsur teknis lainnya yang memiliki tugas serta tanggung jawab dalam pengelolaan pembangunan infrastruktur gedung dan bangunan.
Acara dimulai pada Selasa pagi, 12 Mei 2026, dengan proses registrasi peserta sejak pukul 07.30 WIB. Suasana penuh semangat dan antusias tampak sejak awal kegiatan ketika peserta mulai berdatangan dan melakukan registrasi. Tepat pukul 08.00 WIB, acara resmi dibuka oleh panitia dari LPKN. Rangkaian pembukaan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya yang berlangsung khidmat, dilanjutkan dengan pembacaan doa sebagai bentuk harapan agar kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi seluruh peserta.

Dalam sambutannya, panitia menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur gedung dan bangunan saat ini membutuhkan tata kelola yang baik, transparan, serta pengawasan yang profesional agar setiap proses pembangunan dapat berjalan efektif, efisien, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu, kegiatan bimtek ini menjadi salah satu sarana penting dalam memperkuat kompetensi sumber daya manusia di bidang konstruksi dan pengawasan.
Memasuki sesi materi pertama, peserta mendapatkan pemaparan mengenai Definisi dan Struktur Gedung dan Bangunan. Materi ini membahas secara komprehensif mengenai konsep dasar gedung dan bangunan, jenis-jenis konstruksi, struktur bangunan, hingga aspek teknis yang menjadi pondasi utama dalam pembangunan infrastruktur. Para peserta terlihat aktif mengikuti pemaparan dan berdiskusi terkait berbagai tantangan pembangunan gedung yang sering dihadapi di lapangan.
Setelah sesi pertama selesai, kegiatan dilanjutkan dengan waktu istirahat singkat sebelum memasuki Materi 2 mengenai Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Gedung. Pada sesi ini, peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang tahapan pengadaan pekerjaan konstruksi, mulai dari perencanaan, pemilihan penyedia, penyusunan dokumen pengadaan, hingga pengendalian pelaksanaan kontrak. Materi ini menjadi sangat penting karena pengadaan merupakan salah satu tahapan strategis yang menentukan keberhasilan proyek konstruksi.
Suasana diskusi berlangsung interaktif. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi langsung mengenai praktik pengadaan yang sesuai regulasi sekaligus efektif dalam implementasinya. Para fasilitator juga memberikan contoh kasus nyata sehingga peserta dapat memahami kondisi lapangan secara lebih konkret.

Menjelang siang hari, kegiatan dihentikan sementara untuk Ishoma (Istirahat, Sholat, dan Makan). Momen ini dimanfaatkan peserta untuk beristirahat sekaligus membangun komunikasi dan jejaring antarinstansi.
Kegiatan kembali dilanjutkan pada pukul 13.00 WIB dengan Materi 3 mengenai Risiko dan Pengendalian Intern Pekerjaan Konstruksi. Dalam sesi ini dibahas berbagai potensi risiko yang dapat terjadi pada proyek konstruksi, baik risiko administrasi, teknis, keuangan, maupun hukum. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya sistem pengendalian intern guna meminimalisasi penyimpangan serta memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga.
Materi ini mendapat perhatian besar dari peserta karena pengendalian risiko merupakan salah satu aspek vital dalam penyelenggaraan pembangunan infrastruktur. Berbagai studi kasus dan pengalaman lapangan yang disampaikan fasilitator semakin memperkaya wawasan peserta dalam memahami pola mitigasi risiko yang tepat.
Setelah istirahat sore, kegiatan dilanjutkan dengan Materi 4 tentang Pemeriksaan Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi. Pada sesi ini peserta dibekali pengetahuan mengenai proses pemeriksaan pekerjaan konstruksi, teknik evaluasi hasil pekerjaan, hingga indikator mutu yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan proyek gedung dan bangunan.
Tidak hanya teori, fasilitator juga menjelaskan berbagai metode pemeriksaan lapangan yang umum digunakan dalam pengawasan konstruksi modern. Peserta tampak sangat antusias karena materi ini berkaitan langsung dengan tugas pengawasan yang banyak dijalankan di instansi masing-masing.
Menutup rangkaian hari pertama, peserta mengikuti Materi 5 mengenai Penggunaan Tenaga Ahli dan Laboratorium Uji. Materi ini menjelaskan pentingnya keterlibatan tenaga ahli yang kompeten dalam mendukung kualitas pembangunan serta fungsi laboratorium pengujian dalam memastikan mutu material dan hasil pekerjaan konstruksi.
Hari kedua kegiatan, Rabu 13 Mei 2026, dibuka dengan sesi Materi 6 yang membahas Penyusunan RAB dan HPS dengan Analisis Pasar, Metode Pemilihan Penyedia, dan Supplier Perception Model. Dalam sesi ini, fasilitator Dr. Hermawan, S.E., M.M memberikan pemahaman mendalam terkait penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang akurat dan sesuai kondisi pasar.
Peserta mendapatkan wawasan baru mengenai pentingnya analisis pasar dalam menentukan kewajaran harga serta strategi pemilihan penyedia yang efektif dan transparan. Selain itu, pembahasan mengenai Supplier Perception Model menjadi salah satu materi menarik karena memberikan perspektif baru dalam membangun hubungan profesional dengan penyedia jasa konstruksi.
Selanjutnya, peserta mengikuti sesi Studi Kasus Penyusunan RAB dan HPS. Pada sesi praktik ini, peserta diajak secara langsung menyusun simulasi RAB dan HPS berdasarkan kasus nyata. Suasana kelas berlangsung sangat aktif karena peserta dibagi dalam diskusi dan analisis bersama untuk menyelesaikan studi kasus yang diberikan.

Melalui metode pembelajaran interaktif tersebut, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan langsung pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan bimtek.
Kegiatan ini menghadirkan fasilitator berpengalaman, yaitu Antonius Al Sihombing dan Dr. Hermawan, S.E., M.M yang secara komunikatif dan aplikatif menyampaikan materi kepada peserta. Pengalaman praktis yang dibagikan para fasilitator menjadi nilai tambah tersendiri bagi seluruh peserta.
Secara keseluruhan, kegiatan Bimbingan Teknis ini berjalan lancar, tertib, dan penuh antusiasme. Para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang infrastruktur dan pengawasan konstruksi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta mampu memahami proses pembangunan gedung dan bangunan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan, pengadaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga pengendalian risiko sehingga tercipta pembangunan infrastruktur yang berkualitas, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik.
Kegiatan Terkait :
Jenis Kegiatan :
-
Kelas Online 634
-
Kelas Tatap Muka 737
5 Kegiatan Terpopuler :
22 Feb 2021 | 6521
PELATIHAN DAN SERTIFIKASI HYPNOTHERAPY FUNDAMENTAL DAN ADVANCED HYPNOTHERAPY GELAR PROFESI / NON AKADEMIK (CH & CHT) DARI INDONESIAN BOARD OF HYPNOTHERAPY (IBH)
17 Feb 2021 | 3240
Pelatihan dan Sertifikasi (Full Online) Kompetensi Pelaksanaan Pelatihan Jarak Jauh – BNSP
26 Feb 2021 | 2829
Bimbingan Teknis Nasional – Online "Pembekalan Teknis Bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dalam Rangka Pelaksanaan Pengadaan Tahun Anggaran 2021 dan Penyiapan Kompetensi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)" Gelombang 1
19 Feb 2021 | 2635
Bimbingan Teknis - Online Peningkatan Kompetensi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dalam Pengelolaan Keuangan dan Pengadaan Barang/Jasa Tahun Anggaran 2021 (Pengelolaan, Pertanggungjawaban, dan Persiapan menghadapi Aud
23 Feb 2021 | 2297