LPKN | Training Center

Detail Kegiatan LPKN Training Center

Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan - BNSP CERTIFIED PROCUREMENT OFFICER (CPOf)

Dibuat Oleh : Mitha | 22 Jun 2026


Jakarta, 03–20 Juni 2026 – Dalam rangka meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP), Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) bekerja sama dengan LSP Pengadaan Indonesia menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan BNSP Certified Procurement Officer (CPOf) yang dilaksanakan secara bertahap melalui metode E-Learning, Tatap Muka, dan Uji Kompetensi Sertifikasi.

Program ini berlangsung mulai tanggal 03–16 Juni 2026 melalui pembelajaran daring (E-Learning), dilanjutkan dengan pembelajaran tatap muka pada 18–19 Juni 2026 di The Tavia Heritage Hotel Jakarta, dan diakhiri dengan pelaksanaan Uji Kompetensi Sertifikasi BNSP pada tanggal 20 Juni 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, rumah sakit, perguruan tinggi, BUMN, BUMD, serta institusi lainnya yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam pengadaan barang/jasa. Program CPOf dirancang untuk membekali peserta dengan kompetensi teknis sesuai standar kerja nasional yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah.

Tahap Pembelajaran Daring (E-Learning)

Pada tahap awal, peserta mengikuti pembelajaran daring yang berlangsung selama dua minggu. Selama periode tersebut peserta diberikan tugas mandiri berupa penyelesaian enam Unit Kompetensi (UK) yang dituangkan dalam buku kerja sebagai salah satu persyaratan menuju asesmen kompetensi.

Kegiatan pembelajaran daring diawali dengan sesi pengisian dokumen asesmen berupa APL 01 dan APL 02 serta arahan teknis terkait unggah portofolio sebagai persyaratan mengikuti uji kompetensi sertifikasi. Dalam sesi ini peserta mendapatkan penjelasan mengenai tata cara pengisian dokumen, kelengkapan bukti pendukung, serta mekanisme asesmen yang akan dilaksanakan oleh LSP Pengadaan Indonesia.

Selanjutnya peserta mendapatkan materi mengenai Penyusunan Dokumen Pengadaan Barang/Jasa yang disampaikan oleh fasilitator berpengalaman, Raymon Budi Hermanto. Pada sesi ini peserta mempelajari teknik memilih jenis dokumen pengadaan yang sesuai serta menyusun berbagai dokumen pengadaan berdasarkan karakteristik kebutuhan dan metode pemilihan yang digunakan.

Peserta juga memperoleh pembelajaran mengenai Penyusunan Kebutuhan dan Anggaran Pengadaan Barang/Jasa yang meliputi analisis belanja (spend analysis), identifikasi kebutuhan organisasi, penyusunan paket pengadaan, penentuan prioritas pengadaan, hingga penyusunan rencana anggaran yang efektif dan efisien.

Materi berikutnya membahas Pemilihan Penyedia Barang/Jasa, meliputi analisis potensi kinerja penyedia, penentuan penyedia yang tepat, serta penilaian dan penyusunan peringkat kinerja penyedia berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.

Pembelajaran Tatap Muka Hari Pertama

Memasuki tahap pembelajaran tatap muka pada tanggal 18 Juni 2026, peserta mengikuti sesi registrasi dan pembukaan kegiatan yang berlangsung di The Tavia Heritage Hotel Jakarta.

Materi pertama disampaikan oleh Ade Kristianto mengenai Menelaah Lingkungan Pengadaan Barang/Jasa. Dalam sesi ini peserta mempelajari bagaimana menelaah organisasi pengadaan, mengidentifikasi lingkungan pengadaan, serta merumuskan strategi pengadaan yang sesuai dengan kondisi organisasi dan kebutuhan yang akan dipenuhi.

Setelah sesi pembahasan konsep dan teori, peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam implementasi pengadaan barang/jasa di instansi masing-masing. Diskusi berlangsung aktif karena banyak peserta membagikan pengalaman nyata yang terjadi di lapangan.

Pada sesi berikutnya peserta mendalami materi mengenai Mengevaluasi Dokumen Penawaran. Pembahasan mencakup prinsip-prinsip evaluasi pengadaan, persiapan proses evaluasi berdasarkan metode yang digunakan, administrasi dokumen penawaran, pelaksanaan evaluasi, hingga penetapan hasil evaluasi.

Untuk memperkuat pemahaman, peserta kemudian mengikuti sesi latihan dan studi kasus yang dirancang menyerupai kondisi nyata dalam proses pengadaan. Melalui simulasi tersebut peserta dapat menerapkan teori yang telah dipelajari secara langsung.

Pembelajaran Tatap Muka Hari Kedua

Pada hari kedua, fokus pembelajaran diarahkan pada kompetensi Melakukan Kualifikasi Penyedia Barang/Jasa.

Peserta mempelajari berbagai aspek terkait badan usaha, jenis penyedia, kodefikasi barang dan jasa, serta metode penentuan kriteria pemenuhan kualifikasi penyedia. Narasumber menjelaskan pentingnya proses kualifikasi sebagai salah satu instrumen untuk memastikan bahwa penyedia yang mengikuti proses pengadaan memiliki kemampuan dan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.

Materi dilanjutkan dengan latihan dan studi kasus kualifikasi penyedia. Dalam sesi ini peserta diberikan contoh dokumen perusahaan dan diminta melakukan analisis terhadap kelengkapan administrasi, legalitas, pengalaman, serta kemampuan teknis penyedia.

Melalui metode pembelajaran berbasis praktik tersebut, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam melakukan evaluasi kualifikasi sebagaimana yang dilakukan dalam proses pengadaan sesungguhnya.

Pelaksanaan Uji Kompetensi Sertifikasi BNSP

Sebagai puncak kegiatan, pada tanggal 20 Juni 2026 dilaksanakan Uji Kompetensi Sertifikasi Certified Procurement Officer (CPOf) oleh tim asesor dari LSP Pengadaan Indonesia yang berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Uji kompetensi diawali dengan pelaksanaan ujian tertulis yang bertujuan mengukur pemahaman peserta terhadap seluruh unit kompetensi yang telah dipelajari selama program berlangsung. Setelah itu, peserta mengikuti sesi wawancara dan verifikasi portofolio yang dilakukan secara langsung oleh asesor kompetensi.

Dalam proses asesmen, peserta diminta menunjukkan bukti kompetensi yang relevan dengan unit-unit yang diujikan, menjelaskan pengalaman kerja, serta menjawab berbagai pertanyaan yang bertujuan mengonfirmasi kemampuan peserta dalam melaksanakan tugas-tugas pengadaan barang/jasa sesuai standar kompetensi nasional.

Antusiasme Peserta dan Manfaat Kegiatan

Sepanjang pelaksanaan program, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal tersebut terlihat dari keaktifan dalam diskusi, penyelesaian tugas buku kerja, partisipasi dalam studi kasus, serta keseriusan dalam mengikuti setiap tahapan asesmen.

Program Certified Procurement Officer (CPOf) tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa di instansi masing-masing.

Melalui kombinasi pembelajaran daring, tatap muka, praktik studi kasus, dan asesmen kompetensi, peserta memperoleh pengalaman belajar yang komprehensif dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Penutup

Pelaksanaan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan BNSP Certified Procurement Officer (CPOf) merupakan bentuk komitmen LPKN dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia pengadaan barang/jasa Indonesia.

Diharapkan para peserta yang dinyatakan kompeten dapat mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk mendukung pelaksanaan pengadaan yang profesional, transparan, efektif, efisien, dan akuntabel. Dengan semakin banyaknya SDM pengadaan yang tersertifikasi dan kompeten, kualitas tata kelola pengadaan barang/jasa pemerintah di Indonesia diharapkan terus meningkat dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.

Kegiatan Terkait :