LPKN | Training Center

Detail Kegiatan LPKN Training Center

Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan - BNSP Certified Contract Management Specialist (CCMS)

Dibuat Oleh : Mitha | 16 Mar 2026


Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang pengadaan barang/jasa melalui penyelenggaraan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan – Certified Contract Management Specialist (CCMS). Kegiatan ini diselenggarakan dengan skema pembelajaran blended learning, yang berlangsung mulai 29 Januari hingga 14 Februari 2026.

Program pelatihan diawali dengan proses pembelajaran daring (E-Learning) pada 29 Januari – 10 Februari 2026, kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran tatap muka pada 11 – 13 Februari 2026, dan diakhiri dengan ujian sertifikasi pada 14 Februari 2026. Seluruh rangkaian kegiatan tatap muka dan ujian dilaksanakan di The Tavia Heritage Hotel Jakarta, yang memberikan suasana pembelajaran yang nyaman serta mendukung proses diskusi dan praktik pembelajaran secara interaktif.

Kegiatan ini menghadirkan para fasilitator yang merupakan ahli di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah sekaligus fasilitator Training of Trainers (ToT) LKPP, yaitu Ir. Sutan Suangkupon Lubis, Dr. Ir. Putut Maharyudi, dan Ir. Raymon Budi Hermanto. Dengan pengalaman dan keahlian yang dimiliki, para fasilitator memberikan pemahaman mendalam kepada peserta terkait pengelolaan kontrak pengadaan secara profesional dan sesuai regulasi yang berlaku.

Hari Pertama: Pengenalan dan Penguatan Kompetensi Negosiasi Kontrak

Kegiatan tatap muka dimulai pada Rabu, 11 Februari 2026, yang diawali dengan registrasi peserta pada pukul 07.30 – 08.00 WIB. Setelah proses registrasi, pelatihan langsung memasuki sesi materi inti yang dipandu oleh fasilitator.

Pada sesi awal, peserta mempelajari materi mengenai Melakukan Negosiasi dalam Pengadaan Barang/Jasa. Dalam sesi ini peserta mendapatkan pemahaman mengenai teknik dan strategi negosiasi yang efektif untuk mencapai kesepakatan kontrak yang adil dan menguntungkan kedua belah pihak.

Setelah sesi materi berlangsung, kegiatan dilanjutkan dengan coffee break dan foto bersama, yang juga menjadi momen bagi peserta untuk mempererat komunikasi dan membangun jejaring profesional antar peserta.

Materi berikutnya membahas Finalisasi Dokumen Kontrak Pengadaan Barang/Jasa, yang menitikberatkan pada penyusunan dokumen kontrak yang lengkap, jelas, serta memiliki kekuatan hukum yang kuat. Setelah sesi ini, peserta beristirahat untuk ISHOMA sebelum kembali melanjutkan kegiatan.

Pada sesi siang hari, peserta mempelajari materi mengenai Pembentukan Tim Pengelolaan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa serta Penyusunan Rencana Pengelolaan Kontrak. Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya pembagian peran dan tanggung jawab dalam pengelolaan kontrak, serta bagaimana menyusun rencana pengelolaan kontrak secara sistematis dan efektif.

Hari Kedua: Pengendalian dan Penyelesaian Permasalahan Kontrak

Pelatihan hari kedua dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2026 dengan fokus pada pengendalian pelaksanaan kontrak dan penyelesaian berbagai permasalahan yang dapat muncul selama masa kontrak berlangsung.

Sesi pertama membahas Pengendalian Pelaksanaan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa, yang memberikan pemahaman mengenai monitoring pelaksanaan kontrak, pengendalian mutu pekerjaan, serta mekanisme evaluasi kinerja penyedia.

Setelah coffee break, kegiatan dilanjutkan dengan materi Penyelesaian Permasalahan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa. Dalam sesi ini peserta mempelajari berbagai strategi penyelesaian sengketa atau permasalahan kontrak secara efektif, baik melalui pendekatan administratif maupun hukum.

Memasuki sesi siang hari setelah ISHOMA, peserta mengikuti kegiatan Praktek dan Simulasi Penyusunan Kontrak. Pada sesi ini peserta diajak untuk secara langsung menyusun contoh kontrak pengadaan berdasarkan studi kasus yang diberikan oleh fasilitator. Metode pembelajaran berbasis praktik ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menerapkan teori yang telah dipelajari sebelumnya.

Pelatihan hari kedua kemudian ditutup dengan materi Penerimaan Hasil Pengadaan Barang/Jasa, yang membahas proses pemeriksaan, evaluasi, serta mekanisme serah terima hasil pekerjaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Hari Ketiga: Pengadaan Swakelola, Manajemen Kinerja, dan Risiko

Kegiatan pelatihan dilanjutkan pada Jumat, 13 Februari 2026 dengan pembahasan materi yang berfokus pada pengadaan secara swakelola serta pengelolaan kinerja dan risiko dalam pengadaan.

Sesi pertama membahas Persiapan Pengadaan Barang/Jasa secara Swakelola, yang menjelaskan tahapan perencanaan serta persiapan pelaksanaan swakelola. Setelah coffee break, peserta mempelajari materi Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa secara Swakelola, yang menjelaskan implementasi swakelola secara efektif dan sesuai regulasi.

Pada sesi siang hari setelah ISHOMA, kegiatan dilanjutkan dengan materi Mengelola Kinerja yang membahas teknik pemantauan serta evaluasi kinerja dalam pelaksanaan kontrak. Materi ini kemudian diikuti dengan pembahasan Manajemen Risiko, yang memberikan pemahaman kepada peserta mengenai identifikasi, analisis, serta mitigasi risiko dalam pengelolaan kontrak pengadaan.

Hari Keempat: Pelaksanaan Uji Kompetensi CCMS BNSP

Rangkaian kegiatan pelatihan ditutup dengan Uji Kompetensi Certified Contract Management Specialist (CCMS) yang dilaksanakan pada Sabtu, 14 Februari 2026. Ujian sertifikasi ini diselenggarakan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui LSP Pengadaan Indonesia.

Ujian kompetensi terdiri dari dua tahapan, yaitu ujian tertulis yang menguji pemahaman peserta terhadap konsep dan regulasi pengelolaan kontrak pengadaan, serta wawancara kompetensi yang bertujuan untuk menilai kemampuan peserta dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan secara praktis.

Melalui proses sertifikasi ini diharapkan para peserta mampu menunjukkan kompetensi profesional dalam pengelolaan kontrak pengadaan barang/jasa secara efektif, transparan, serta akuntabel.

Komitmen LPKN dalam Pengembangan Kompetensi Profesional

Melalui penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi ini, LPKN terus berupaya berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pengadaan barang/jasa di Indonesia. Program Certified Contract Management Specialist (CCMS) menjadi salah satu program strategis dalam membekali para praktisi pengadaan dengan kompetensi yang lebih spesifik dalam pengelolaan kontrak.

Kegiatan Terkait :