LPKN | Training Center

Detail Kegiatan LPKN Training Center

BIMBINGAN TEKNIS TRANSFORMASI PENGADAAN INDONESIA MENJADI PENGADAAN BERKELANJUTAN MINIM RISIKO

Dibuat Oleh : Mitha | 30 Jan 2026


Jakarta – Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi pengadaan di Indonesia melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk “Transformasi Pengadaan Indonesia Menjadi Pengadaan Berkelanjutan Minim Risiko”, yang dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026, bertempat di Hotel The Tavia Heritage Jakarta.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh LPKN yang telah terakreditasi A oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan diikuti oleh para peserta dari berbagai instansi pemerintah, BUMN, serta praktisi pengadaan yang memiliki peran strategis dalam proses Pengadaan Barang/Jasa (PBJ).

Pengadaan Berkelanjutan sebagai Kebutuhan Masa Depan

Dalam era globalisasi dan meningkatnya tuntutan tata kelola yang baik (good governance), pengadaan tidak lagi sekadar berorientasi pada harga terendah, melainkan harus memperhatikan keberlanjutan, efisiensi, transparansi, serta mitigasi risiko jangka panjang. Bimtek ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kapasitas para pelaku pengadaan dalam menghadapi tantangan tersebut.

Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan registrasi peserta pada pukul 07.30 WIB, dilanjutkan dengan pembukaan resmi, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, serta pembacaan doa sebagai bentuk penghormatan dan harapan agar kegiatan berjalan lancar dan bermanfaat.

Kupas Tuntas Konsep Pengadaan Berkelanjutan Berbasis ISO 20400

Sesi utama diawali dengan Materi 1: Seputar Pengadaan Berkelanjutan, yang difasilitasi oleh Dr. Wawan Zulmawan, SH., MBA., MM., MH, seorang pakar di bidang pengadaan dan tata kelola. Dalam paparannya, beliau menjelaskan secara komprehensif mengenai:

  • Masa depan pengadaan global yang semakin mengarah pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG)

  • Sejarah pengadaan berkelanjutan dan pergeseran paradigma pengadaan modern

  • Urgensi penerapan pengadaan berkelanjutan dalam konteks Indonesia

  • ISO 20400 sebagai panduan internasional dalam implementasi pengadaan berkelanjutan

Materi ini membuka wawasan peserta bahwa pengadaan berkelanjutan bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keberlangsungan organisasi dan negara.

Manajemen Risiko sebagai Pilar Utama Pengadaan Berkelanjutan

Setelah sesi diskusi dan foto bersama, kegiatan dilanjutkan dengan Materi 2: Manajemen Risiko Pengadaan Berkelanjutan. Pada sesi ini, peserta diajak memahami bahwa keberhasilan pengadaan berkelanjutan sangat ditentukan oleh kemampuan organisasi dalam mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko.

Beberapa poin penting yang dibahas antara lain:

  • Pertimbangan utama ISO 20400 terkait pengelolaan risiko

  • Tiga kegiatan utama dalam pengelolaan risiko keberlanjutan

  • Penilaian risiko keberlanjutan

  • Decision Impact Analysis

  • Life Cycle Cost Analysis

  • Penyusunan Risk Register sebagai alat kontrol pengadaan

Materi ini memberikan gambaran praktis tentang bagaimana risiko dapat diminimalkan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan pengadaan.

Integrasi Pengadaan Berkelanjutan dalam Sistem PBJ

Pada Materi 3, fasilitator kembali menekankan pentingnya integrasi dan implementasi pengadaan berkelanjutan, khususnya dalam konteks PBJ BUMN dan instansi pemerintah. Peserta dibekali pemahaman mengenai:

  • Strategi integrasi pengadaan berkelanjutan ke dalam sistem organisasi

  • Implementasi pengadaan berkelanjutan pada PBJ BUMN

  • Modernisasi SOP PBJ

  • Penyusunan alat dan pedoman pengadaan dalam SOP yang selaras dengan prinsip keberlanjutan

Sesi ini menegaskan bahwa pengadaan berkelanjutan harus tertanam dalam kebijakan dan prosedur, bukan hanya menjadi wacana.

Penguatan Legal Standing Pengadaan Berkelanjutan di Indonesia

Setelah istirahat siang, kegiatan dilanjutkan dengan Materi 4: Indonesia Legal Standing, yang membahas secara mendalam aspek hukum pengadaan berkelanjutan, baik pada:

  • PBJ Pemerintah

  • PBJ BUMN

Peserta diajak memahami posisi hukum pengadaan berkelanjutan serta langkah-langkah konkret yang harus dilakukan organisasi agar implementasi pengadaan berkelanjutan memiliki landasan hukum yang kuat dan minim risiko hukum.

Studi Kasus Global: Strategic Sourcing Microsoft

Sebagai penutup rangkaian materi, peserta mengikuti Materi 5: Case Study – Strategic Sourcing Microsoft dalam Menerapkan Pengadaan Berkelanjutan. Studi kasus ini memberikan gambaran nyata bagaimana perusahaan global menerapkan prinsip keberlanjutan dalam proses pengadaannya, mulai dari pemilihan vendor hingga pengelolaan rantai pasok.

Sesi ini mendapat antusiasme tinggi karena peserta dapat melihat best practice internasional yang relevan untuk diadaptasi dalam konteks Indonesia.

Komitmen LPKN Membangun Pengadaan Nasional yang Berkualitas

Bimtek yang berlangsung hingga pukul 17.00 WIB ini ditutup dengan refleksi dan diskusi interaktif. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan 10 Jam Pelajaran (JP) dan diharapkan mampu meningkatkan kompetensi peserta dalam merancang dan melaksanakan pengadaan yang berkelanjutan, akuntabel, dan minim risiko.

Melalui kegiatan ini, LPKN menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dan BUMN dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pengadaan barang/jasa, sekaligus mendukung terwujudnya pengadaan nasional yang berintegritas dan berorientasi masa depan.

Kegiatan Terkait :