LPKN | Training Center

Detail Kegiatan LPKN Training Center

Pelatihan Kompetensi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tipe C BALI

Dibuat Oleh : Mitha | 05 Jun 2025


Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti ruang pertemuan Eden Hotel Kuta, Bali, ketika lebih dari seratus peserta dari berbagai instansi pemerintah berkumpul dalam rangkaian Pelatihan Kompetensi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tipe C yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN). Kegiatan ini merupakan tahapan akhir dari program E-Learning yang telah berlangsung sejak 2 hingga 20 Mei 2025, dan puncaknya adalah pelaksanaan pembelajaran tatap muka selama dua hari berturut-turut, pada tanggal 22 dan 23 Mei 2025.

Dengan mengusung semangat “Profesional, Transparan, dan Akuntabel dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah”, pelatihan ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban sertifikasi, melainkan sebuah momentum untuk membangun karakter integritas dan kompetensi tinggi dalam diri setiap peserta.

Hari Pertama: Membangun Komitmen dan Eksplorasi Kompetensi Inti PBJP

Kamis pagi, 22 Mei 2025, peserta mulai berdatangan sejak pukul 07.30 WITA. Senyum dan sapa hangat antar peserta menggambarkan antusiasme yang tinggi. Setelah proses registrasi, pelatihan dibuka secara resmi dengan sesi Building Learning Commitment (BLC) — sesi ini mengajak peserta merefleksikan peran strategis mereka sebagai PPK, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap proses pembelajaran yang akan dijalani.

Fasilitator utama, Bapak Glodius Mathias Sandi Toendan, S.STP., M.A, CRMO., CRPP., CDRP, seorang ahli pengadaan sekaligus Fasilitator ToT LKPP, memandu jalannya pelatihan dengan pendekatan interaktif dan reflektif. Materi demi materi disampaikan dengan gaya khas beliau yang komunikatif, menggugah, dan berorientasi pada praktik nyata.

Hari pertama difokuskan pada tiga kompetensi utama:

  • Perencanaan PBJP Level 2

  • Pengelolaan Kontrak PBJP Level 2

  • Pengelolaan PBJP secara Swakelola Level 2

Tidak hanya mendengarkan, peserta juga diminta untuk mempresentasikan buku kerja mereka secara individu maupun kelompok. Dengan alokasi waktu total 450 menit (10 JP), diskusi-diskusi tajam dan analisis kasus nyata menjadi bumbu penyedap pembelajaran yang membuat suasana kelas tetap hidup hingga sore hari.

Sesi foto bersama dan coffee break yang berlangsung di tengah kegiatan menambah kehangatan. Tawa, candaan, dan obrolan ringan antar peserta memperlihatkan semangat kolaboratif yang tinggi, menunjukkan bahwa pelatihan ini bukan hanya ajang belajar, tetapi juga membangun jejaring.

Hari Kedua: Finalisasi, Evaluasi, dan Refleksi Profesionalisme

Jumat, 23 Mei 2025 – hari terakhir pelatihan dibuka dengan semangat yang tidak surut. Pukul 08.00 WITA, peserta langsung masuk ke sesi Revisi dan Upload Buku Kerja, sebuah tahapan penting yang menjadi penanda keseriusan peserta dalam memahami dan menguasai materi.

Kemudian dilanjutkan dengan dua sesi evaluatif yang menjadi puncak kegiatan:

  • Test Evaluasi Akhir (90 menit)

  • Post Test (45 menit)

Kedua ujian ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi alat ukur sejauh mana peserta mampu memahami konsep dan mampu mengimplementasikan prinsip-prinsip PBJP sesuai dengan regulasi terbaru.

Tepat pukul 12.00 WITA, pelatihan ditutup dengan penuh kebanggaan dan rasa syukur. Suasana haru pun menyelimuti sesi penutupan. Beberapa peserta menyampaikan kesan mereka, di antaranya:

“Saya merasa benar-benar di-recharge. Bukan hanya belajar teori, tetapi saya merasa ditantang untuk benar-benar paham dan profesional dalam setiap tahapan pengadaan.”
Yuni, peserta dari Makassar

 

Kegiatan Terkait :