LPKN | Training Center

Detail Kegiatan LPKN Training Center

Bimbingan Teknis Online PELATIHAN KOMPETENSI UNTUK MENJADI TRAINER KOMPETEN DAN PROFESIONAL BERLISENSI - BNSP RI

Dibuat Oleh : Mitha | 23 Sep 2025


Jakarta – Lembaga Pelatihan dan Konsultasi Nasional (LPKN) telah sukses menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) daring bertajuk "Pelatihan Kompetensi untuk Menjadi Trainer Kompeten dan Profesional Berlisensi - BNSP RI". Acara yang berlangsung intensif dari tanggal 8 hingga 20 September 2025 ini berhasil menarik perhatian para praktisi, akademisi, dan calon trainer yang bersemangat untuk meningkatkan kapabilitas mereka di dunia pelatihan.

Dengan durasi lebih dari 6 hari yang terstruktur, bimtek ini dirancang secara komprehensif untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan esensial yang sesuai dengan standar nasional. Tujuannya jelas: mencetak trainer-trainer profesional yang tidak hanya mahir dalam menyampaikan materi, tetapi juga memiliki legalitas kompetensi yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Republik Indonesia.

Hari 1: Fondasi Kuat untuk Pengajar Unggul

Kegiatan dibuka secara resmi pada tanggal 8 September dengan sesi registrasi yang diikuti oleh antusiasme peserta. Setelah pembukaan yang hangat, acara langsung memasuki inti materi yang disampaikan oleh para narasumber, yang dikenal sebagai Pelatinas. Sesi pertama fokus pada fondasi utama seorang trainer, mulai dari pengenalan mendalam tentang Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) dan BNSP, hingga pemahaman struktur SKKNI dan KKNI yang menjadi pedoman utama dalam pengembangan profesi. Peserta diajak untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan individu dan belajar menyusun program pelatihan yang efektif.

Hari 2-4: Mengasah Keterampilan Inovatif

Memasuki hari kedua pada 9 September, fokus pelatihan bergeser ke ranah teknis, yaitu strategi pembelajaran. Peserta diberikan wawasan tentang cara merancang metode pembelajaran yang menarik, mengelola persyaratan bahasa, literasi, dan berhitung, serta merencanakan penyajian materi yang sistematis. Sesi ini diperkaya dengan materi penting mengenai pelaksanaan pelatihan tatap muka atau face-to-face training, yang menjadi salah satu metode paling umum.

Pada 10 September, para peserta didorong untuk berpikir kreatif dan inovatif. Mereka belajar tentang penyusunan modul pelatihan yang efektif, merancang pembelajaran yang inovatif, dan memanfaatkan media pembelajaran modern. Materi tentang pelaksanaan pelatihan jarak jauh (distance learning) juga diberikan, sangat relevan dengan dinamika kerja dan pelatihan di era digital.

Hari keempat, 11 September, membahas aspek praktis dan evaluatif. Pelatinas membekali peserta dengan cara menerapkan dasar-dasar produktivitas, menilai kemajuan kompetensi individu, dan merencanakan evaluasi hasil pembelajaran. Tidak kalah penting, materi tentang Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja (K3) di lingkungan pelatihan juga disampaikan, menunjukkan komitmen LPKN dalam menjamin profesionalisme dan keamanan.

Puncak Kegiatan: Praktik, Pra-Asesmen, dan Uji Kompetensi

Setelah empat hari penuh dengan teori dan konsep, peserta memasuki tahap krusial pada 12 September. Sesi ini didedikasikan untuk praktik lanjutan dan wrap-up, di mana semua materi yang telah dipelajari digabungkan dalam simulasi nyata. Ini dilanjutkan dengan post-test untuk mengukur pemahaman peserta secara menyeluruh.

Puncaknya adalah pada tanggal 13 dan 20 September. Peserta menghadapi Pra-Asesmen dan kemudian Uji Kompetensi yang merupakan tahapan akhir untuk mendapatkan sertifikasi BNSP. Uji kompetensi ini menjadi penentu apakah peserta layak menyandang gelar trainer profesional yang diakui secara nasional. Dengan bimbingan intensif dari Pelatinas, para peserta menunjukkan kesiapan dan dedikasi tinggi untuk meraih pengakuan tersebut.

Keberhasilan bimtek ini tidak hanya menandai pencapaian bagi para peserta, tetapi juga menegaskan peran LPKN sebagai lembaga terdepan dalam menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan profesional di Indonesia. Dengan adanya trainer-trainer berlisensi, diharapkan kualitas pelatihan di berbagai sektor akan meningkat, mendorong kemajuan industri dan ekonomi secara keseluruhan.

Kegiatan Terkait :